Lagu itu ternyata bener banget bukan maksud mendeskriminasi tapi memaqng bener adanya sebaiknya jangan pernah datang ke jakarta kalo hanya modal dengkul doank!! sungguh gue pun pendatang di jakarta dan ini udah cukup membuat Jakarta semakin sempit dan pengap, sebelumnya gue juga pernah posting tentang Jakarta di tulisan lama tapi rasanya gue bener2 pengen ngomong tentang ibu kota gue. gimana engga coba hampir tiap hari gue temui sesuatu yang menurut gue kurang wajar. Ok,, gue pengen bercerita sedikit nih tentang hal yang sering gue temui di ibu kota yang orang lain sebut tempatnya orang-orang sukses #haaah kata siapa?
Emang baru 6 bulan gue hidup di Jakarta tapi cukup membuat gue merinding liat kehidupan ibukota yang kejam ini. Kejadian yang gue alami setiap hari pulang kantor dan istirahat lunch. Didepan gedung kantor gue ada jembatan busway dan tiap hari gue lewatin jembatan itu. Kalo istirahat gue sama temen2 kantor sering makan di resto depan gedung kantor jadi kan kudu lewatin jembatan busway itu. Nah,, gue sering liat ada laki-laki paruh baya kira-kira usianya 45an dengan selalu memakai kostum yang sama dan gue yakin usia segitu untuk seorang pria masih sehat dan mampu untuk bekerja garis miring prosuktif lah yah. Tapi ini beda gue temui dia sedang menentangkan tangan kanannya tanda meminta dengan wajah melas dan sedikit agak #maaf menyon / miring tepatnya seperti orang terkena stroke atau cacat mental. Siapa yang tak kasian coba liat keadaan orang cacat yang meminta seperti itu sedangkan kita bisa makan seenaknya tanpa melihat harga makanan yang kita makan. yah,, dan gue kasian. Selang beberapa waktu gue amat sangat kecewa dengan pemandangan saat itu, gue liat laki-laki yang sama tempo hari berjalan normal sehat sentosa donk tanpa keliatan sakit atau tangan yang pengkor dan masih pake baju yang sama. Ya Tuhan,, miris banget liat keadaan itu, bukan maksud riya atau apalah namanya,, tapi harus dengan cara itu kah?? haruskan hidup dalam kebohongan karena terpaksa? sungguh gue ga percaya itu,, dan ada lagi kebohongan lain yang sering gue temui mungkin masih banyak tapi gue cuma mau ceritain yang sering gue temui ajah, berhubung gue sering ke blok M eeiittss tapi bukan buat belanja yah tapi emang diantaranya itu juga sih selain itu tiap kali gue balik ke cikampek gue pasti lewat blok M. Di terminal blok M banyak banget preman-preman yang masih muda tapi mereka usaha dengan cara yg ga wajar melihat usianya yang ga beda jauh dari gue rasanya mereka masih mampu untuk bekerja, sering banget gue temui preman yang mencari uang sebai pengamen dan maaf bukan maksud gue menyamakan preman dan pengamen mereka jelas jauh berbeda maksud gue ngomong preman adalah cara mereka yang menjajarkan kantong kosong sebagai wadah untuk uang recehan adalah memaksa kepada penumpang salah satunya adalah gue. belum lagi selain nyanyi yang ga jelas mereka meminta dengan terang-terangan gini kata-katanya "ya bu ya om tante, mba dan mas nya, hidup di jakarta memang sulit, daripada kami harus merampok, mencopet dan bahkan seperti temen kami yang menjual diri lebih baik kami jujur meminta sama om tantenya, ikhlaskan uang sedikit untuk rokok dan makan ya om tante ya,, tolong hargai kejujuran kami,,". Itu kata-kata inti yang mereka ucapkan padahal sebenernya mereka tau dari kalimat yang mereka lontarkan "hidup di jakarta memang sulit" lalu buat apa lo dateng ke jakarta rasanya itu kata-kata yang pengen gue teriakin ke mukanya. Terlebih mereka mempertontokan adegan yang menurut gue kurang wajar merka menyilet-nyilet tangannya dan pamer bahwa mereka kebal, dan kalau penumpang ga mau ngasih mereka memaksa dengan bilang pelit lah, sok kaya lah dan lain-lain padahal kalo penumpang kaya ga mungkin mau naik metromini kan. Ini zaman modern tapi masih ada ajah orang-orang yg hidup kaya jaman jahiliyah dulu(jaman kebodihan). Astagfirullah...
Belum lagi dua kaka beradik yang gue temui sepulang kerja, mereka tidur beralaskan karung yang mereka gunakan sebagai tas untuk mengangkut barang bekas dan sampah serta mereka pake buat alas tidur. Tuhan,, kadang gue marah kalau kasur gue ga udah ga empuk lah atau bantal gue yg keras yg kena sasaran si bibi, belum lagi badan yang sakit-sakit karena tidurnya ga nyaman. Lalu apa kabar dengan dua bocah malang itu, usianya masih sangat dini kakanya kira-kira 11 tahun dan adiknya 9 tahunan. Aduuuh gue gue bisa nangis dan secara ga langsung Tuhan ngasih teguran ke gue yang memang kurang bersyukur selalu ajah merasa kurang. sempet gue ambil foto mereka selagi tidur,, ini dia
Dan masih banyak lagi, dua anak ini hanyalah potret kecil dari sebagian anak terlantar dan kurang pendidikan, lihatlah.... tidurnya lelap sekali padahal nyamuk mengigiti mereka dan dingin menusuk tulang, belum lagi tempat yang kotor itu. Oh Tuhan... saya hanya bisa mendoakan keselamatan mereka, mereka dan yang lainnya,..
Gak ada yang patut disalahkan dalam fenomena ini tapi yang mesti kita tau bahwa mereka adalah saudara kita.


0 komentar:
Posting Komentar