Dari mata, bibir, hati, lalu tulisan :)

Kamis

Anak-anak ku

Sudah setahun lebih dari berakhirnya masa KKM di Kabupaten Garut Selatan gue ga pernah mengujungi mereka, mereka adalah anak-anak yang pernah gue ajar dulu, dimana selama sebulan disana gue bener-bener ngrasain menjadi seorang ibu, kaka dan teman mereka. Sekalipun gue bukan dari jurusan kependidikan tapi keinginan untuk mengajar sangat kuat, kebetulan gue ngajar anak kelas 5 dan 6 SD, SD purbayani 3 nama sekolah itu. Gue dan ke 12 orang temen datang kota Bandung yang ditugakan dari kampus untuk bakti kepada masyarakat. Pertama kali datang kami disuguhkan dengan pemandangan hijau membentang, yaa kebun teh dan hutan. Satu hari pertama di kota itu kami disambut oleh anak-anak SD yang berkenalan dengan kami melihat laptop ajah mereka seperti keanehan dan kami mengajarkan cara mengoperasikan laptop itu. Hari berikutnya setelah berkenalan dengan warga setempat dan gue dapet kepercayaan mengajar di SD Purbayani 3 besoknya gue langsung cus ke sekolah, melihat keadaan sekolah itu gue miris banget betapa engga ternyata sekolah yang gue ajar salah satu korban bencan gempa beberapa bulan lalu sbelum kami datang ke Garut. Dengan meminjam gedung di sekolah madrasah gue dan temen2 mengajar mereka, dari mulai harus menggilir karena waktu itu guru ga masuk sampe2 kelas 5 dan 6 gue ajar bergantian sebentar2 balik ke kelas 5 lalu balik lagi ke kelas 6, repot memang, tapi sungguh,, saaat itu sangat gue rindukan. Canda tawa mereka, ejekan mereka bahkan gue yang ga terlalu bisa bahasa sunda harus mengajar bahasa sunda dengan ucapan yang aneh gue di tertawain anak-anak gue itu. SAmpai ada salah satu anak yang lumayan dikenal nakal, puji syukur dia nurut banget setelah gue deketin dan ajak dia ngobrol. gue kangen anak-anak gue.. apa kabar mereka disana. Cuma pesan singkat dan telfon yang menyatukan kami. 
ini potret anak-anak gue...

foto ini diambil sahabat gue Muhammad Aqil yang saat itu dapet tugas ngaajr juga, inilah anak-anak kelas 5 SD Purbayani 3 dengan wajah kejujurannya. Love them so much..
Selain mengajar kami juga sering mengajak anak-anak untuk olah raga pagi di hari minggu tempat favorit kami adalah puncak goa disana adalah tebing yang beralaskan padang rumput hijau membentang dengan jurang pantai karang dan itu sangaaaat indah,, makasih Tuhan engkau menyajikan rumah kami yang begitu indah, bantu kami menjaganya Tuhan,, menjaga negeri kami tercinta Indonesia...

suka sekali dengan foto ini wajah-wajah ceria yang mungkin tanpa beban, mereka bahagia sekalipun dihari liburnya harus bangun pagi untuk berolahraga tapi mereka tetep ceria dengan kostum seadanya mereka bercanda dan tawa, berbaris sebelum berangkat dan pemanasan senam-senam kecil.. Tuhan terima kasih atas kehadiran mereka dikehidupan saya...




Kegiatan demi kegiatan kami lakukan untuk membangun semangat belajar mereka sampai kami mint aijin kepada pihak sekolah untuk mengadakan outbond, dengan peralatan seadanya dan tim yang seadanya juga hehehe permainan kami mulai dengan membagi kelompok putra dan putri masing-masing 6 orang dan menjelajah kampung yang mereka udah kenal dari mereka lahir sedangkan kami ga tau apa-apa tempat ini (sok tau yah)... Pos demi pos dilewati dengan masing-masing pos memberikan point kepada mereka yang berhasil menjawab pertanyaan. Dan terakhir yang kami lakukan adalah saling melempar air sampai-sampai badan basah kuyup heheh.. makasih yah anak-anak...



Dan ini adalah foto terakhir dengan ana-anak bermain dan makan di pantai, hasil tangkapan ikan yang di berikan warga setempat kepada kami dan memakannya bersama dengan anak-anak ini... sediih sekali harus berpisah dengan anak-anak ini.. Tuhan tolong jaga mereka dan biarkan mereka menggapai cita-citanya.. karena mereka kami juga ada.. maksih Tuhan..
DAn kami sangat suka sekali dengan pantai.. mari kita mantai sobat....


Kenang-kenangan kelompok KKM 17
Bersama membangun bangsa.. :)


Read More

Jumat

Indonesia Pusaka - Lagu Perjuangan Indonesia.flv

Read More

Rumahku Indonesia

Yaa... Rumah gue tempat tinggal gue tempat gue menginjak di tanah tercinta ini, gue mau minta maaf kalau dulu gue pernah merasa ga nyaman di rumah gue sendiri gue pernah menuntut lebih dari tanah ini padahal apa hak gue sama sekali ga ada gue ga berhak menuntut karena sekalipun gue belum pernah memberi apa-apa untuk bangsa ini sedangkan dia (Indonesia) senantiasa ikhlas menyediakan tempat untuk gue dilahirkan ditanah ini dan menginzinkan gue minum air di tanah air ini.. maafkan selama ini sudah melupakanmu... Tapi sungguh saat ini gue merasa bener-bener mencintai negeri gue tercinta, gue ingin bawa negeri gue kemana pun gue pergi dan gue perkenalkan ke banyak orang "hei,, ini dia rumah gue dengan segala keindahan dan keramahannya dengan beragam suku dan  bahasanya dan gue bangga menjadi anak Indonesia" 
Ga peduli gue apa namanya tapi yang jelas,, yah gue teramat sangat mencintai bangsa ini dengan segala apapun didalamnya. Ga peduli dengan segala kebobrokan yang orang bicarakan ga peduli dengan perkataan orang2 yang selalu menilai "dasar indonesia" (dengan sinisnya) gue ga habis pikir apa mereka ga sadar apa yang mereka omongin adalah dirinya sendiri sumpah gue ga ngerti... bagaimana mau di tengok orang sedang yang punya rumahnya sendiri selalu menutup pintu (pribahasa yang gue karang sendiri). Jujur gimana caranya untuk menyadarkan orang-orang yang mencemoohkan rumahnya sendiri padahal jelas2 dia tinggal dirumah itu. Disini lo diakui sebagai pemilik rumah tapi diluar sana lo hanya tamu inget lo hanya tamu. 


gue ga habis apa kadang mereka (yang ga bangga sm negeri ini) ga bisa liat dengan matanya. gila.. indonesia itu keren banget dengans egala keindahan suku dan bahasanya lo bakal makin cinta setelah lo menggali lebih dalam tentang negeri tercinta ini dan gue dan mungkin juga tau kalo ada istilah "bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya, sejarahnya, budayanya dan semua yang ada pada negeri ini. Malu donk,, kita udah lama dikasih tempat disini tapi kadang dengan lantangnya kita mengganggap negeri ini rendah. Pemerintahan?? itu memang selalu menjadi alasan tapi cobalah untuk lirik ke bagian lain ada yang jauh lebih penting dari itu, yang penting adalah pribadai kita. Kadang miris memang kita sebagai generasi muda masih ada yang melupakan jasa pahlawan dan lupa sama budaya bangsa. Ayolaaah,, bangun,, kita punya tempat tinggal ayng indah sangat indah sekalipun kita ga bisa menginjakkan kaki ke tempat2 lain di indonesia tapi kita masih bisa melihatnya, pemandangan yang disuguhkan ga kalah keren dari diluar negeri sana, lo masih bisa searching dan liat-liat keindahan rumah kita lebih jauh dan lebih dalam lagi. 
Read More

Rabu

backpeker Djogja


Hai,, udh lama gue ga nulis dan buka2 blog lagi nih,, tapi jangan khawatir sekarang cerita gue lebih seru loh.. yuup kemaren libur panjang lumayan  4 hari dan gue bakal mulai cerita dari sini.
Senin 12 November 2012 baru ada keputusan dari HRD kalo kantor bakal libur panjang mulai dari tanggal 14-18 November 2012, karena beritanya dadakan gue dan mbak menuk (teman kantor) memutuskan untuk liburan tapi cari yang deket-deket ajah. Setelah browsing dan tanya sana sini untuk newbie di dunia backpeker, Djogja adalah tempat tujuan yang gue pilih. Hari itu juga setelah pulang kerja gue dan mba menuk putuskan untuk pergi ke stastiun Pasar Senen Jakarta. Yaa.. setelah lama bermacet-mace ria sampai di station tiket tak bersisa satupun sampai tanggal 15 November, kami mulai bingung masa iya  ganti rencana liburan, sedangkan gue juga udah minta ijin ke org tua untuk ke Djogja jadi ga akan pulang. Sampai malam kebingungan akhirnya kami berenti di Monas sambil mengisi perut, ada salah satu temanku menyarankan pake bus ajah naik di station lebak bulus setelah telfon ke PO bus ga ada bangku yang kosong. Untungnya gue dan mbak menuk termasuk orang yang nekat, akhirnya kami putuskan hari selasa pokonya packing siap-siap kita bakal ke Djogja masalah armada gimana nanti ajah.. Yuup.. Selasa 13 November jam 7 malam kami mulai pertualangan dengan bacaan basmalah sampai lah ke terminal lebak bulus dan sialnya ketemu calo. Karena niat kami emang backpeker dgn uang seminim mungkin tapi tetep happy. Ternyata sampai ke lebak bulus udah ga ada bus menuju Djogja kamipun mulai putus asa karena kesal dengan tingkah para calo itu akhirnya kami putuskan untuk undur hari keberangkatan. Di tengah meninggalkan terminal ada supir bus menawarkan tempat tidurnya untuk tempat gue dan mbak menuk dengan membayar 200ribu. Akhirnya kami deal tak apalah niatnya nyari ekonomi malah dapet yg AC. Tempat duduk kami serba salah pertama masuk kedalam bus mungkin terlihat aneh 2 orang cewe menaiki tempat duduk supir dan itu di belakang toilet, lo bisa rasain ga sih?? Hikshiks.. tapi gue sama mba menuk seneng2 ajah dan sumpah tempatnya dingiiiiin banget..  sampe ga kuat saking dinginnya. ini dia penampakan mba menuk hehe (sorry ya mbak gw upload) :p bisa rsain ga sih lo posisi kaya gitu * colek mba menuk*

Dalam perjalanan gue berkenalan dengan seorang kontraktor muda yang ada keperluan ke semarang namanya Adiel, lucu sih walopun sedikit gemuk hihi,, banyak cerita tapi ujungnya curhatin mantan cewenya. Ada rasa sedikit risih sih masa baru kenal udah langsung curhat gitu open mind baanget, ngobrol sana sini gue pikir bakal minta pin (PD banget gue) ternyata engga hufh…
 Kamis, 15 November 2012 kami sampe di Djogja dan ternyata bus yang kami tumpangi bukan arah menuju Djogja jadi itu muter karena tujuannya adalah Solo alhasil gue dan mba menuk muter2 di deh,, dari mulai yang harusnya udah di Djogja dibawa muter lewat semarang- Boyolali-Solo-Klaten dan Djogja dan suasana Jawa mulai terasa dari keramahan, sopan santun dan bahasa yg mereka junjung tinggi.
Gue suka banget dan ini  foto pertama di depan pintu masuk candi, gila yah padahal djogja udah ga asing tapi kalo backpeker rasanya lain hhihih lebay gue. Sampai lah di Prambanan dengan tiket masuk 30ribu udah bisa menikmati suasana Candi megah walopun ga semegah Borobudur tapi ini ga jauh beda karena sama-sama tempat ibadah umat. 

















Add caption
Keliling sana sini sampe kaki berasa mau copot dan bunyi perut makin kenceng keluarlah gue dan mbak menuk sekalian cari makan murah meriah dan ketemulah dengan mbok penjual tahu bacem dan jujur gue belum pernah rasain tahu bacem. Penasaran donk gue,, cobalah gue deketin si mbok itu ga segen-segen gue beli 3 biji tuh tahu pertamanya sih aneh ko tahu dikasih gula yah tapi karena gue penasaran sama dagangan si mbok akhirnya gue beli dan enaknya luar biasa, enak bangeeeet. Makan tahu bacem sekalian gue tanya-tanya si mbok asal mana ternyata emang belia asli Djogja dan udah lama jualan tahu bacem dan yang paling bikin gue nangis ternyata si mbok salah satu korban bencana gempa di Djogja tempo lalu, suaminya meninggal dari 10 anaknya sisa 6 yang lainnya menjadi korban keganasan gempa dan salah satu ke 6 anakna yg selamat menderita kelainan di matanya yang mengakibatkan dia menjadi tidak bisa melihat, jujur hanya sedikit yg gue ngerti dari cerita si mbok bahasa jawanya alus banget dan bener-bener2 orang tempo dulu dengan pakaian kebaya hitam legam dan kain sarung warna coklat dengan rambut yang semuanya putih dan dia masih bisa tersenyum walpun habis lelah berjalan 2km menuju prambanan dengan menggendong daganganya yang gue ga tau beratnya yg jelas gue sendiri ga sangup menggendongnya sedankan dia yg berusia 80 tahun masih kuat, ga habis pikir gue. Dia banyak cerita tentang keluarganya dan membuat dia menangis mengingat kejadian gempa waktu itu. Terlebih ada salah satu anaknya yg memang tidak bisa di atur kerjanya hanya minta uang, gue berusaha bantu si mbok berjualan tapi satupun ga ada yg beli. Karena hari semakin sore gue harus menuju kota alhasil gue meninggalkan si mbok sungguh gue ga tega bener-bener ga tega, gue peluk dan cium pipinya dan dia menangis karena udah lama ga ngrasaian kehangatan keluarga, dan gue selalu menangis ketika ingat si mbok bastinah. Sakit rasanya di usia tuanya masih harus merasakan lelah bukannya menikmati masa tua. Tuhan selamatkan dia..



Sore jam 4 kami menuju malioboro dengan angkutan trans jogja hanya 3000 saja, satu jam perjalanan dan cukup melalahkan gue dan mba menuk naik becak untuk nyari penginapan hanya bayar 5ribu perak dan putus asa keliling ga ada kosong sampe marib sampe bener2 lelah. Akhinya kami putukan untuk tidur di mesjid gedhe daerah kauman dengan naik becak 10ribu sampailah di mesjd gedhe tapi Alhamdulillah ada rumah yg menyiapkan kamar kost harian sekalipun itu bener-bener bad habit tapi karena kekepepet kami menyewa kamar untuk sehari saja sewanya 60ribu. Niatnya malam itu kami mau istirahat ajah nyiapin stamina buat besok tapi sayang juga kalo jam 7 harus diem di kamar, karena memang perut juga laper kamipun berniat mencari makan dengan menggunakan sepeda yg kami pinjam dari pemilik rumah. Kuliner yg kami tuju adalah nasi mercon dan sumpah itu pedeeeeeeeeeees banget gue ga sanggup makan dan harganya dua posri 30ribu. Setelah Makan terus minum wedang ronde ditambah beli accessories kalung dan belt murah meriah dan keliling di malioboro sampe jam 11 malam kami mulai bingung mau kemana lagu tidur di kost takutnya minta ampun secara dua kamar lainnya kosong dari 3 kamar diatas. Ketemulah dengan tempat refeksiology kami lupa namanya apa yg jelas tempatnya nyaman banget.. niatnya Cuma refleksi kaki karena cape tapi saking enaknya jadinya body massage hehehe sampe jam 1 pagi kami masih dipanti pijat jadi kena charge 15ribu perorang tapi memang harus pulang karena panti pijat mau tutup. Ditengah perjalanan menuju guest house kami bertemu dengan gerimbolan cowo jumlahnya 5 orang dan kami liat mereka kebingungan mencari penginapan karena kami tau ga ada yg kosong dan kami juga butuh teman untuk di kost kami akhirnya ngajaklah mereka heheh dan mereka dari Jakarta juga (kebetulan yg bagus). Akhirnya gue dan mba menuk merasa aman karena punya temen di kost yg spooky abis itu, gue lupa nama2 mereka hanya dua orang yg gue inget Stefan dan uu gue ga tau kenapa namanya uu yang jelas anak-anak manggilnya begitu dan malam gue tidur dengan nyenyak.
Djogja, jumat 15 November 2012
Jam 8 pagi kami udah siap-siap mengelilingi kota djogja, pagi itu kami mulai sarapan nasi kucing 3 porsi  
kami ngasih tukang becak 1 porsi nasi kucing makanan khas djogja selain gudeg karena harganya murah meriah hehehe,, ongkos menuju keraton naik becak Cuma 5ribu padahal jauh loh,, gue ga bisa bayangin tukang becak capenya gowes sepeda.















Nah ga eksis donk kalo jalan-jalan ga pake kacamata karena emang cuacanya lagi ga ok jadi belilah kacamata murah meriah  heheh tapi ok loh.
ini dia kacamata murahnya hihi 




 Sampailah di pintu masuk keraton dengan tiket 10ribu untuk dua orang kami puas menikmati suasana keratin yang tradisi dan penuh dengan tatakrama aturan yang menyenangkan dan bagaiamana seorang abdi dalem sangat mencintai keratin, berfoto-fotopun dimulai hehehe dan kabiasaan narsis ga akan pernah ilang kayanya… 



pintu keluar keraton



keluar keraton kami liat jajanan tempo dulu gulali sama es goyang dan beli donk Cuma 11 ribu loh berdua tapi enyaaak hehehe eeh di luar mba menuk malah beli cilok bandung hahah ngapain ke djogja beli cilok bandung??
Hhhmm lanjutin yah ceritanya abis dari keraton gue dan mba menuk mau ke taman sari sayang donk kalau engga kesana. Sampai di depan taman sari tiketnya Cuma 6ribu loh untuk 2 orang plus foto-foto dan nebeng guide hehehe lumayan tau sejarah lah. Aslinya bangunannya klasik dan gue suka bener-bener suka betonnya kokoh ada kolam pemandian selir dan permaisuri juga tempat tidur raja yang terbuat dari papan aaaahh keren deh pokonya dan lo wajib kesana plus kudu tau sejarahnya, Cuma gue rada risih karena banyak sesaji disana hiiyy spooky deh.. keliling taman sari sampai 2 jam dan cukup cape ternyata 

mba menuk eksis di pintu




tempat tidur raja loh wangiiii bgt
keluarlah kami dan dipintu keluar liat yg jual dompet-dompet batik gitu beli donk haranya Cuma 40ribu untuk 10 dompet lumayan buat oleh-oleh orang kantor *ups maaf yah mba belinya di emperan hehehe* terus beli aqu deh 4ribu+naik becak ke beringin kembar 10 ribu hufh padahal tempatnya deket banget loh tau gitu jalan kaki ajah yah. Sampai donk di beringin kembar dan lo tau itu jam 12 siang lo bayangun ajah tu panasnya kaya apa, itu panas banget loh huaaahh panaseeeee dan yan bikin gue seneng banget adalah waktu gue melintasi beringin kembar itu gue langsung lolos donk sampai di gerbang beringin tanpa ada percobaan berikutnya keren yaah hihih 

sewa tutup matanya Cuma 10ribu ko tapi katanya sih seikhlasnya. Karena waktu itu hari jumat pastinya kami harus nunggu sampe selesai shalat jumat donk karena sumpah itu tuh cape banget jad pengen lesehan di mesjid. Jam 1 siang akhirnya jemaah mesjid keluar dan gue udah ga sabar untuk shalat terus tiduran deh di mesjid rasanya tuh adeeem banget. Jam 2 gue dan mba menuk mulai cus lagi tujuan kali ini adalah benteng vandherburg tapi sebelumnya makan soto dulu donk muraah ajib enak pula… Karena cape banget dan benteng lumayan jauh akhirnya naik becak ajahlah biar enak dan keliling sampe ke benteng yg gue tuju, Cuma tukang becaknya ngajak muter biar lebih tau tentang Djogja katanya, tukang becak disana tuh sama semua yang mereka tawarkan adalah bakpia asli pusat batik dan dagadu asli selalu 3 tempat itu, gue rasa karena letaknya jauh kali yah dari Malioboro pusat djogja jadi becak emang transportasi yang ok disana, gue kasian juga secara gue dan mba menuk sama-sama gede ga kebayang tuh gowes sepeda. Ternyata di jalan hujan dan benteng udah tutup karena tukang becak ngajak jalan kesana kemari alhasil ga kebagian deh tuh benteng hufh sempet kecewa loh, tapi tukang becak tau ajah tempat yang ok dan diantarnyalah kami ke museum kereta kencana, sebelum sampe museum kami mengunjungi pasar kerajinan loh disana mulai hujan dan gue rasakan wangi tanah basah di bumi keraton djogja, rasanya lain sekali suka sekali… di jalan tukang becak banyak cerita ternyata dia punya 3 anak dan 2 di anataranya udah sukses anak yang pertama kerja di jepang sekarang anaknya udah punya mobil sedangkan bapaknya masih gowes sepeda sekedar untuk makan anak yang kedua udah jadi anggota brimob di Jakarta katakanlah polisi tapi bapaknya masih juga gowes sepeda, dia sempat cerita sakit rasanya liat anaknya melupakan jasanya begitu ajah ga ada rasa perhatian sama sekali padahal bapaknya dari dulu kerja buat mereka sampai jual sawah asset masa depan buat anak-anaknya tapi anaknya tak tau diri, gue aga habis pikir. Naudzu billah…
Oia balik lagi ke museum kereta kemcana Cuma dnegan tiket 6ribu lo bisa keliling museum kereta kencana sekaligus dapet ilmu baru dari guide yang memang ternyata adalah kusir keraton kereta tersebut, gue ga tau nama guide itu siapa tapi keren ngejelasinnya bener-bener detil dan lantang jadi pengunjung sangat mengerti silsilah sultan hamengkubuwono dari 1-10 dan kereta-kereta yang selalu mereka gunakan dalam tiap acara keraton, banyak banget ilmu yang gue dapet hari itu tentang sejarah, kebudayaan, kemanuasiaan, dan tradisi.. sumpah I love Djogja…
Karena hari itu hujan tukang becak mengantar hanya sampe di museum kereta selanjutnya kami jalan kaki dan ternyata sebelah museum kami adalah guest house yang kami tinggali mampir lah dulu ke guest house sekedar pengen tau uu dan kawan-kawan masih ada atau udah check out. Ternyata sepatu mereka masih ada di depan pintu kamar, lega donk berarti nanti malam masih ada teman untuk tidur di kost tapi karena masih ragu akhirya gue titip kartu nama ke ibu kost untuk disampaikan ke uu kalo kalo mereka mau check out sekedar jaga-jaga kalo mereka check out rencanaya ga kan tidur di kost serem itu. Ya dah akhinya kami jalan-jalan ke malioboro dan gue beli oleh-oleh, karena perut mulai laper makan nasi kucing lagi ajah kali ini makannya banyak *emang selalu banyak sih:P* Cuma abis 16ribu loh untuk berdua dan itu kenyang banget. Eeeh lagi makan nasi kucing di depan outlet bucheri tepatnya di jalan degan mba menuk sempet-sempetnya kenalan sama cowo namanya wito dia asli orang Surabaya dan usaha di djogja karena wito ngerasa cinta dengan tradisi djogja, wito cowo lulusan SMP tapi gue suka gayanya orang yg apa adanya tanpa ada yang di tutupin dari kehidupannya ga merasa malu atau minder yang dia hadapi sekarang, cintanya sama dunia seni membuat dia betah tinggal di jalanan dan dia cinta degan tattoo tapi dia sandiri tidak di tattoo karena ibunya melarangnya, keren kan,, mana ada preman yang kaya gitu di Jakarta dan wito dkk masih sangat sopan rasanya mereka ga mamaksa minta makan pada penjual disana, sama ajah bayar kaya pembeli lainnya dan itu yg gue suka dari orang jawa rasa hormatnya ga pernah luntur. Malam itu kebetulan gue juga ada janjian sama radit temen gue di jogja yang emang baru pindah hari itu kami ngopi di kopi luwak di mall malioboro. Obrolan sama dia emang ga begitu seru akhirnya kami putuskan untuk pulang dan diem di benteng nongkrong lah di benteng karena dah cape jalan naik becaklah kita. Tapi lama-lama ko bosen yah akhirnya balik lagi ke malioboro heheh nongkrong pusing nyari atm karena duit udah bener-bener tipis nyari atm sampe pake becak hehe terus nongkrong deh di mcd 24 jam karena gue keburu laper makan lah gue di warung emperah jam 1 malam heheh. Selesai makan karena udah cape banget dan malam banget akhirnya berniat balik ke kost pake becak 10ribu sampe depan mesjad gedhe tapi karena parno dnegan kost yg spooky kami ga berani naik ke lantai 2 akhirnya kami tidur di teras lo bisa bayangin ga sih cewe tidur di teras rumah orang udah kaya gembel beneran ajah yah hikshiks,, tapi dasar yah emang tukang tidur tetap ajah nyenyak hehehe…
Djogja, sabtu 17 november 2012
Hari terakhir kami di djogja dan mulai dengan packing packing dan packing padahal tiket belum punya tapi sok sokan mau pulang ke Jakarta hahaha,,  untuk terakhirnya kami jalan kaki menuju station tugu djogjakarta tapi sebelumnya sarapan nasi kucing dulu donk gue heran mba menuk cinta banget sama nasi kucingnya loh,, tapi di pasar beringharjo jaket gue ilang gue juga ga tau kemana hikshiks dan gue liat jajanan di depan pasar ada pecel kayanya enak deh. Karena pengen nasi kucing niat donk makan nyari di tempat yang semalam dimana ketemu wito dengan harapan mba menu bisa ketemu wito emang love at first sight aarrgghh,,, ternyata nasi kucing jualannya malam dan pagi tiu perut keroncongan dan makalah nasi campur disana. Selesai makan kami berniat pokonnya jangan mampir mampir lagi kerana kami belum punya tiket tapi tetep ajah mampi sampai 3 jam donk ke statiun haha, haduuh belanja wae euy….
Sampailah di station tugu dan Alhamdulillah msih ada tiket ternyata ke Jakarta walopun harganya lumayan mahal 190 ribu perorang hiks hiks dan duit gue kurang alhasil ke atm lah mba menuk ngambil duit gue.  mulai siang dan mulai laper lagi makan hokben padahal mah asa sayang yah,, jauh jauh ke djogja makannya hokben juga hufh,,, abis itu refleksi di jhoni andrean dan lumayan nyaman sampe akhirmya margib kami mulai berjalan ke tugu dan sebelumnya menyantap nasi kucing dan cemilan lainnya karena yg terakhir kami makan banyak hehe.. 

Gue dan mba menuk nunggu kereta ampir 2 jam udah gitu ada ibu-ibu atau dibilang tante juga boleh dia banyak cerita soal keluarganya yang katanya udah cerai sama suaminya dalam hati gue sih aduuh ngapain sih cerita pribadi ke orang yang lo sendiri ga tau tuh siapa, gue sih cuma dengerina angguk-angguk sok ngerti. dan,,, yup kereta kami datang kereta gajah wong dan gue masuk dengan salah kostum lo harus tau tuh kereta dingiiiiiiiin banget dan gue pake celana pendek dan baju pendek sumpah gue kedinginan sampe gue nunggu sewaan selimut di statiun berikutnya. gue ga bisa tidur sedangkan yang lain udah pada tepar termasuk mba menuk yang gue liat sekeliling cuma kesibukan orang-orang dengan mimpinya masing-masing dan ini dia penampakannya 

Read More

Total Pageviews

tulisan adalah expresi

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
menulis mewakili hati dan pikiran saya,,

Followers

Search This Blog

© Celoteh Nia, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena