Dari mata, bibir, hati, lalu tulisan :)

Senin

jakarta

Jakarta,, siapa yang tak tahu jakarta, kota sempit dan padat merayap. Berbagai suku bangsa dan umat, berkumpul di kota ini memenuhi tiap sudut jakarta,hampir penduduk disetiap belahan Indonesia bisa ditemukan di jakarta.  Bahkan karena terlalu padatnya sampai tak ada lahan kosong yang setidaknya untuk bermain anak-anak. Seisinya dipenuhi dengan gedung-gedung bertingkat yang  menonjolkan kemewahan kota ini.
gambaran kota jakartaa yang hampir dipuja masyarakat kecil untuk datang ke ibu kota. Hanya untuk merauk kekayaan (harapan), melihat peluang, gaya hidup dan lain sebagainya membuat pikiran hampir semua warga indonesia ingin mendatangi kota ini. tapi mungkin nasib mengatakan lain, ya.. jika tak punya modal janganlah memaksakan diri untuk hidup dikota besar dan kejam seperti jakarta. Yang tadinya beranggapan akan sukses di Jakarta, namun nasib berkata lain, siapa sangka akan terjadi sebaliknya. Jakarta tidak seperti apa yang dibayangkan. Ini mungkin bisa menjadi bentuk penyesalan
                                                                           

Nah,, ini mungkin sedikit gambaran, dari kemelut Jakarta, dibalik gedung-gedung bertingkat inilah kehidupan dibelakang gedung itu. jangan beranggapan bahwa jika kamu tinggal di Jakarta maka kamu akan sukses. Sukses bisa dimana saja, dimanapun kamu berada asalkan ada usaha dan doa untuk mewujudkannya. ya itu mungkin kata-kata klasik tapi nyatanya masih banyak orang yang melupakan makna dari kata- kata itu. Tentu tidak ingin donk kalau hidup dengan keadaan seperti foto disamping??
Lalu yang menjadi pertanyaanya,, mengapa setiap orang ingin ke Jakarta?? 
saya bertanya pada teman yang memang perantau yang bisa dikatakan dia tidak punya modal cukup. Seperti kata-kata diatas, dia beranggapan di Jakarta akan sukses dan meraih impian. Terlebih tinggal di kota besar akan mempunyai banyak pengalaman, teman, kehidupan mewah dan glamour bisa mengunjungi mall - mall besar dan berbagai alasan aneh lainnya.
sebenarnya alasan seperti itu mungkin bisa di menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk meratakan pembangunan di Indonesia, jangan hanya terpusat di Jakarta toh daerah daerah lain diluar Jakarta pun bisa lebih mendukung ko.
Akibat dari pemukiman yang padat merayap dan kehidupan masyrakat Indonesia yang konsumtif bertambahlah masalah yang ada.
Lihat foto disamping?? yah,, macet.. siapa yang tak kenal dengan kemacetan di Jakarta, saking penuhnya kendaraan sampai tak ada hak untuk pejalan kaki sekedar untuk lewat di area pejalan kaki. Miris.. miris sekali bahkan sedih melihat kota besar yang semerawut. Dan kejadian ini pasti akan ditemui dikota Jakarta setiap hari, setiap pagi dan sore saat pergi dan jam pulang kantor. Lagi dan lagi akan terus menerus seperti itu. Bahkan untuk menghindari kemacetan sulit rasanya. Hhhmm inilah Jakarta.
Pertanyaannya.. Mengapa bisa terjadi demikian?? siapa yang salah??
Yang pasti jangan menyalahkan siapapun, semuanya kembali ke diri masing-masing. Mungkin ditambah ketegasan Pemerintah akan lebih membantu. Logikanya dengan melihat kehidupan sekarang ini sangat miris pastinya, hampir setiap orang mempunyai kendraan bermotor, baik motor ataupun mobil. yah,, bayangkan saja hanya dengan uang Rp500.000,- kita bisa menggendong motor ke rumah, untuk pembayarannya bagaimana nanti sajalah.. hampir pemikirannya seperti itu. pasti iya,, cicilan dan cicilan. dampaknya ya seperti ini kemacetan dimana manaaaaa...
Kenapa mesti nyicil?? sistem cicilan itu menguntungkan kedua belah pihak selain membantu konsumen dalam pembayaran, akan menguntungkan pula bagi penjual dengan meraup keuntungan lebih tinggi. Membingunkan memang,,
saat saya bertanya pada salah seorang teman yang memang menyicil juga heheh alasan dia seperti ini " gue hidup di Jakarta tanpa kendaraan?? ga akan bisa, belum telat ke tempat kerja, belum macetnya, ditambah lagi dikendaraan umum tak pernah merasa aman, tau sendiri preman sana sini, ga segan-segan menodong.. iya kan"
saya pun mengiyakan,, karena saya juga pernah mengalami penodongan, memang tak pernah aman. Lalu apa solusinya? ini yang menjadi PR bagi kita semua, saya yakin perbaikan kota Jakrta dan yang lainnya akan sempurna bila terjadi kesadaran pada diri sendiri. Tidak sepantasnya kita menyalahkan pemerintah tapi pemerintah juga jangan leha-leha mencoba mengatasi permasalahan ini. intinya yuu kita baren-bareng kota ini menjadi lebih nyaman dan tentram tanpa bising dengan suara klakson sana sini :d

Tapi dibalik kesemerawutan kota ini ada juga keindahan dan budaya yang tak pernah hilang, Jakarta itu indah kalau dipandang di pagi hari.
 Pemandangan ini sangat indah,, kota yang sepi dan jalanan yang lengang,, suara bising belum mulai terdengar. yah,, memang seperti ini yang seharusnya.. Semoga... Amin

0 komentar:

Posting Komentar


Total Pageviews

tulisan adalah expresi

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
menulis mewakili hati dan pikiran saya,,

Followers

Search This Blog

© Celoteh Nia, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena